Pages

Saturday, March 24, 2012

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Struktur Modal

1.      Tingkat penjualan; perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat menggunakan utang lebih besar daripada perusahaan penjualan yang tidak stabil. Seperti halnya beberapa perusahaan  jasa, secara historis penjualannya relatif lebih stabil, sehinga dapat menggunakan leverage yang lebih besar daripada pen manufaktur.

2.   Struktur asset; perusahaan dengan struktur asset fleksibel yang cenderung menggunakan leverage lebih besar daripada perusahaan  yang struktur assetnya tidak fleksible. Sebagai contoh perusahaan  real estate cenderung memiliki leverage lebih besar dibandingkan perusahaan yang bergerak dibidang penelitian teknologi.

3.      Tingkat pertumbuhan perusahaan; apabila faktor lain sama perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan tinggi cenderung akan menggunakan sumber dana dari luar. Alasan lain adalah biaya emisi saham biasanya lebih mahal jika dibandingkan biaya pengeluaran obligasi.

4.      Profitabilitas dan pajak; perusahaan dengan profitabilitas tinggi akan menggunakan utang yang lebih kecil karena perusahaan mampu menyediakan dana yang cukup melalui laba ditahan. Selain itu karena pembayaran bunga merupakan pengurang pajak, maka semakin tinggi tingkat pajak perusahaan semakin besar leverage perusahaan.

5.      Attitude management; karena tak seorangpun dapat membuktikan bahwa satu struktur modal akan mengakibatkan harga saham lebih tinggi dari struktur modal yang lain, maka manajemen dapat menetukan sesuai dengan penilaian mereka sendiri tentang struktur modal yang tepat.  Beberapa manajemen cenderung menggunakan  utang yang lebih besar  sementara lain  sebaliknya.

6.      Kondisi intern perusahaan; perusahaan suatu saat perlu menanti saat yang  tepat untuk mengeluarkan saham atau obligasi tergantung atas kondisi intern. Sebagai contoh perusahaan berhasil dalam penelitian dan pengembangan produk baru dan diperkirakan akan mendatangkan keuntungan yang cukup besar. Tetapi karena investor belum dapat mengantisipasi keuntungan yang akan diperoleh, maka keberhasilan  pengembangan produk baru ini belum tercermin dalam harga saham. Oleh karena itu perusahaan lebih baik menggunakan hutang untuk membiayai produk baru tersebut dan menunggu hingga keuntungan atas produk baru tersebut cukup, tercermin pada harga saham yang lebih tinggi. Setelah itu perusahaan dapat mengeluarkan saham dan sebagian dari penjualan saham tersebut dapat  dipergunakan untuk membayar kembali hutang perusahaan.

No comments:

Post a Comment